Monday, April 20, 2020

Usaha yang cocok pada saat masa pandemi virus corona


Saat situasi sekarang ini tentulah sangat menyulitkan bagi kita. Pada masa dimana pemerintah memberlakukan sosial distance untuk mengupayakan memutus mata rantai perkembangbiakan virus
 corona covid 19. Ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat disegala bidang. Baik itu       golongan ekonomi  atas sampai kebawah. Tapi yang paling awal berdampak tentunya kepada masyarakat golongan menengah ke bawah. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian paling sangat berdampak. Dimana mereka harus mencari hari ini untuk kebutuhan makan besok. Tapi jika ditelusuri semua akan berdampak luas. Karena masyarakat tidak bisa lagi bekerja seperti biasanya. Semua harus dibatasi. Baik berkumpul dan bertemu banyak orang dan waktunya juga sudah diatur. Dan apabila ada yg melanggar aturan pemerintah sudah pasti kita akan menerima sanksi hukum yang berlaku.
Kita harus bersabar dan berdoa dalam menghadapi situasi ini. Semoga Tuhan Allah segera melenyapakan virus ini dari bumi kita yang kita cintai ini.
Kalaupun ada bantuan dari pemerintah dan dermawan tentulah itu tidak cukup dan hanya bersifat sementara. Kita belum tau sampai kapan situasi ini akan berjalan. Siapapun tidak bisa memprediksi sampai kapan virus corona ini akan lenyap dari muka bumi ini.
Oleh sebab itulah kita dituntut harus kreatif untuk mencari jalan keluar khususnya didalam memenuhi perekonomian keluarga.

Nah untuk itu mari kita bahas apa saja yang cocok usaha dan baik kita lakukan untuk melanjutkan kehidupan kita dimasa sekarang ini. Termasuk bagi kita yang juga sudah punya usaha sebelumnya yang terkena imbas corona ini, siap-siap banting setir. 
Dan nampaknya kali ini kita harus berkomunikasi dan bekerjasama dengan keluarga handaitolan di kampung atau di desa untuk menjalin kemitraan yang bisa saling menguntungkan.
Yuk.. langsung saja, mungkin tidak sabar lagi untuk mengetahuinya.

Jual / Beli keperluan atau Peralatan Pertanian di Kampung secara online

Mengapa online ? Kita tau pada era ini, hampir selurung pelosok nusantara sudah ada jaringan internet. Mumpung saat ini antara kota dan desa, sebaliknya antara desa dan kota perjalanan kita dibatasi oleh pemerintah dan masyarakat setempat, untuk sosial distance supaya mata rantai virus corona putus. Kita pakailah penawaran dan penjualan secara onlie.
Kita harus putar otak dan berusaha cari informasi kepada saudara-saudara kita dikampung apa saja yang mereka butuhkan disana. Mungkin sulit didapat atau harganya yang mahal. Nah.. setelah kita mengetahui informasinya dengan jelas dan rinci kita akan cari sumber produksinya.

Contohnya Menjual :

a. Pupuk dan pestisida.

Banyak petani kita dikampung kurang memahami pupuk. Mereka hanya memakai pupuk dan pestisida yang biasa mereka pakai dari dulu sampai sekarang secara turun temurun. Kita akan menawarkan pupuk yg lebih efisien dan bisa menghemat secara uang dan waktu. Cara memupuknya mungkin bisa lebih cepat dan tidak menguras tenaga. 
Lalu kita mencari sumbernya dan menjalin kerjasama kepada produsen pupuk pestisida tersebut. 
Jangan juga sampai lupa mempelajari khasiat kegunaan serta cara pakai secara jelas dan rinci berikut harganya sampai ongkos kirimnya

b. Bibit Unggul

Bibit juga hampir sama halnya dengan pupuk dan pestisida diatas. Jika kita tidak memproduksi bibit unggul, kita bisa juga sebagai penyalurnya. Banyak lahan yang menganggur didesa tapi petani didesa tidak tau apa yang mereka harus tanam supaya lahan mereka jadi produktif. Disinilah kita harus bisa lebih kreatif untuk memotivasi para petani lewat dagangan kita. Apabila kita menawarkan bibit unggul yang lebih tampil beda, yang bisa menghasilkan lebih cepat dan dalam pemeliharanya lebih gampang serta buahnya punya nilai ekonomi tinggi, mungkin petani akan lebih tertarik untuk membeli bibitnya. Sehingga petani dipicu untuk semangat bekerja dan menanami lahannya yg menganggur. 
Contoh : Bibit durian unggul, Manggis, Mangga, Padi, Sayuran, Aren, Kelapa, Porang, Anggur, Tanaman Obat-obatan, Dll

c. Alat Pertaniannya 

Sekarang ini tekhnologi sudah semakin canggih. 
Dalam hal ini munkin kita bisa jadi tenaga suplaynya
Kita bisa menawarkan alat pertanian yang bisa bekerja lebih efisien dan produktif.
Cari dahulu sumber yang memproduksi alat pertanian tersebut yang bisa diajak bekerjasama, lalu tawarkan melalui media online
Contoh : Mesin Babat, Drone yg dimodif untuk bisa menyirami. Alat semprot hama sekarang sangat banyak diproduksi dengan berbagai merek, type dan ukuran. Dll

d. Menjual hasil pertanian

Hal diatas tadi kita menjual kepada petani, tapi kali ini kebalikannya. Kita membeli hasil kerja keras petani dan menjualnya kepada yang membutuhkan secara online. Kita tau hasil tani itu sangat beraneka ragam. Dan kebutuhan masyarakat juga sangat beraneka ragam khususnya dalam hal makanan yang bersumber dari petani di desa.
Memang sudah sangat banyak penjualnya di pasar dan dijual keliling keperumahan masyarkat secara offline. Tapi dimasa sekarang ini jadi sulit mendapatkannya. Atau mungkin mereka pembeli agak malas mencarinya kepasar berhubung situasi virus corona ini. Alangkah baiknya kita juga bisa menjual secara online kepada pembeli dikota. Pertama kita harus cari informasi apa saja hasil tani yang paling dibutuhkan masyarkat.
Setelah kita dapatkan informasi yang jelas dan rinci, sebaliknya kita cari informasi barang yang mau kita jual dari petani atau agen. Tapi saran saya lebih baik kita langsung kepada petaninya dan kita agennya sekaligus pengecernya. Sehingga harga bisa stabil dan tidak kemahalan.
Kalau bisa kita pilih produk yg bisa dikemas dan tahan lama yang bisa dikirim ke luar kota yg mungkin membutuhkan waktu pengiriman tiga hari sampai satu minggu.
Contohnya :
Pindang Ikan lele asli dari sawah atau dari sungai, ikan sepat, ikan gabus, yang sudah diasapkan
Ikan mas arsik, ikan jurung atau ikan garing(ihan) yang di pindang 
Ikan yg sudah direbus dan diasinkan. Ikan Kaleng. Udang kering
Buah Petai masak dan mentah. Semur Jengkol kemasan dan mentah
Minyak kelapa tradisional
Gula aren asli produksi petani
Kolang-kaling. Beras Pulut. Durian Kemasan
Jeruk manis, jeruk asam, Markisa
Jahe biasa dan jahe merah, Rebung
Ulat pohon kelapa (hudi) yg sudah diolah
Jamur, Ayam kampung yg sudah dikemas
Bumbu bumbu dan obat-obatan tradisional Dll

Masih banyak lagi contoh produksi petani yg tidak bisa saya sebut. Mungkin saudara bisa mengembangkanya.

Hal yang saya sebut diatas bisa juga dijual langsung secara offline tergantung kretifitas kita dan modal yang kita punya.

Ok Sob...!! 
Demikianlah sedikit yang bisa saya ulas bagaimana usaha kita untuk melanjutkan perekonomian kita secara sederhana. 
Bagi pekerja keras dan yang pantang menyerah pasti sukses...!
Semoga wabah pandemi virus corona cepat berlalu.

Salam Sukses...! Tuhan Memberkati....!


Pematangsiantar, 21 April 2020

Penulis : Erwin Purba


 


No comments:

Post a Comment